Pages

SPACE FOR IKLAN

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

Jumat, 07 September 2012

Peraturan Beasiswa data print


Peraturan Beasiswa data print
Persyaratan Umum:
1.  Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/S1
2.  Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi
3.  Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal
4.  Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa dari kampus, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint.
Peraturan Lomba :
1.  Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran
2.  Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku untuk satu kali registrasi
3.  Pendaftaran tidak dipungut biaya
4.  Isilah formulir dengan sebenar-benarnya.
5. Kolom NAMA, diisi dengan nama lengkap
6. Kolom KODE KUPON, diisi dengan kode yang tertera pada bagian belakang kupon yang ada di dalam produk DataPrint
7. Kolom EMAIL, diisi dengan email aktif yang masih berlaku
8. Kolom NO TELPON, diisi dengan no HP atau no telpon rumah yang masih aktif dan bisa dihubungi
9. Kolom JENJANG PENDIDIKAN, diisi dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh saat ini. Tuliskan juga nama sekolah/perguruan tinggi di kolom ini.
10. Kolom NAMA PERGURUAN TINGGI/SEKOLAH, diisi dengan nama sekolah/perguruan tinggi tempat kamu menuntut ilmu.
11. Kolom KEGIATAN YANG PERNAH/SEDANG DIIKUTI DAN PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH, diisi dengan organisasi yang pernah dan sedang diikuti saat ini serta prestasi yang pernah diraih.
Aktivitas berupa kuliah atau belajar di sekolah, tidak termasuk prestasi.
12. Kolom LAMA MENGGUNAKAN DATAPRINT, diisi dengan waktu penggunaan produk DataPrint
13. Kolom MENGETAHUI INFORMASI BEASISWA, diisi dengan narasumber awal yang memberitahu mengenai program beasiwa pendidikan DataPrint
14. Kolom NILAI RAPORT (BAGI PELAJAR dan MAHASISWA BARU), diisi dengan total nilai secara keseluruhan beserta jumlah mata pelajaran pada semester terakhir. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh pelajar atau mahasiswa baru yang belum mempunyai IP.
Contoh: 98 dari 7 mata pelajaran
15. Kolom IPK TERAKHIR (BAGI MAHASIWA), diisi dengan nilai IPK atau jika belum memiliki IPK boleh diisi dengan nilai IP semester terakhir. Tuliskan juga semester yang sedang ditempuh. Ingat, kolom ini hanya diisi oleh mahasiswa, bukan pelajar.
16. Kolom URL BLOG, diisi dengan copy URL blog kamu yang memuat informasi mengenai beasiswa DataPrint. Isi kolom ini jika kamu memiliki blog. Pengisian pada kolom ini akan menambah 2 poin pada penilaian.
17. Kolom ESSAY, diisi dengan karya tulis/essay berisi hasil pemikiran kamu sendiri sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Panjang penulisan minimal 100 kata, maksimal 500 kata. Tema akan berubah setiap periode. Jenis tema akan diumumkan setiap tanggal 1 di periode tersebut.
Dilarang mengcopy paste tulisan orang lain. Jika bermaksud untuk menyadur atau mengutip tulisan orang lain, tuliskan juga sumbernya.
18.  Beasiswa akan dibagi menjadi 2 periode.
19.  Jika gagal di periode pertama, peserta BOLEH mendaftarkan diri di periode selanjutnya.
20.  Penerima beasiswa yang telah mendapat dana beasiswa di satu periode TIDAK DAPAT menjadi penerima beasiswa di periode selanjutnya. Peraturan ini berlaku di tahun 2012. Penerima beasiswa di tahun 2011 berhak mendaftar dan memiliki kemungkinan untuk menjadi penerima beasiswa di tahun 2012.
21.  Waktu per periode:
Periode 1: 1 Januari  – 30 Juni
Periode 2: 1 Juli – 31 Desember
22.  Perincian pemenang per periode sebagai berikut:
PERIODE
JUMLAH PENERIMA DANA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode I
50 orang
50 orang
250 orang
Periode II
50 orang
50 orang
250 orang
23.  Penerima beasiswa akan diseleksi (bukan diundi) oleh tim dari DataPrint.
24.  Panitia tidak menghubungi penerima beasiswa. Nama penerima beasiswa  dapat dilihat di website ini, website DataPrint www.dataprint.do.id atau di www.facebook.com/dataprintindonesia . Simpan fotokopi raport terakhir atau IPK terakhir dan kupon sebagai bukti sah verifikasi jika Anda terseleksi sebagai penerima dana beasiswa.
25.  Dana beasiswa akan diberikan sekaligus dan secara langsung kepada penerima di periode tersebut.
26.  Dana beasiswa akan dikirimkan dalam jangka waktu paling lambat satu bulan setelah pengumuman dan atau setelah selesainya pemberkasan dari para penerima beasiswa.
27.  Beasiswa akan ditransfer melalui bank BCA. Bagi penerima beasiswa yang menggunakan rekening bank lain, biaya administrasi ditanggung penerima.
28.  Penerima beasiswa akan diumumkan di website DataPrint www.dataprint.co.id ,  page Facebook DataPrint www.dataprint.co.id/facebook danwww.beasiswadataprint.com
Tema Essay dapat dilihat di tab “ESSAY”
Pendaftaran periode 2 berakhir tanggal 31 Desember 2012.
Pengumuman tanggal 10 Januari 2013.
FAQ
1.  Siapakah yang boleh mendaftarkan diri di beasiswa DataPrint
Semua pelajar atau mahasiswa yang masih aktif
2.  Apa saja persyaratan mengikuti pendaftaran beasiswa DataPrint?
Cukup isi semua kolom di formulir registrasi dengan data yang sebenar-benarnya. Kalau kamu keluar sebagai salah satu penerima dana beasiswa, pihak DataPrint akan menghubungi kamu untuk melakukan verifikasi data.
3.  Apakah pendaftaran dipungut biaya?
Pendaftaran beasiswa sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis.
4.  Berapa dana beasiswa yang akan saya terima?
Dana beasiswa akan diberikan sebesar Rp 1.000.000, Rp 500.000 dan Rp 250.000
Penentuan besaran dana beasiswa yang akan diterima ditentukan oleh tim DataPrint.
5.  Apakah penerima beasiswa di satu periode dapat menjadi penerima beasiswa lagi?
Tidak, penerima beasiswa yang sudah pernah menerima beasiswa tidak berhak menjadi penerima beasiswa di periode berikutnya.
6.  Bagaimana cara pemberian beasiswa?
Dana beasiswa akan ditransfer kepada penerima.
7.  Kapan beasiswa akan diterima?
Setelah verifikasi yang dilakukan oleh pihak DataPrint selesai atau kurang lebih satu bulan setelah pengumuman.
8.  Apakah beasiswa yang diterima akan terkena pajak?
Tidak, beasiswa yang diterima tidak dikenai pajak. Dana beasiswa akan ditransfer melalui rekening BCA. Bagi penerima beasiwa yang memiliki rekening selain BCA maka dana administrasi akan ditanggung penerima.
9.  Dimana pengumuman penerima beasiswa dapat dilihat?
Pengumuman dapat dilihat di website DataPrint www.dataprint.co.id , page Facebook DataPrint www.dataprint.co.id/facebook dan www.beasiswadataprint.com

Kamis, 06 September 2012

membuat Link Download untuk blog anda.......

caranya gampang ndan...

Bagi para rekan'' semua khususnya para bloger blogspot, jika agan'' semua punya file (video,musik,film,aplikasi) yg pastinya ingin dibagikan kepada rekan'' lain yang memiliki blog atau yang tidak memiliki blog?? Cara ini mungkin adalah salah satu jurus untuk meningkatkan traffic pengunjung blog agan semua, coba agan pikir, siapa yang tidak mau sesuatu yang gratisan, tentunya kita semua mau kan...

Kali ini saya akan membagikan tips atau cara bagaimana membuat tautan link yang bisa di download pada blog, khusus nya pada blogspot…

Kalian harus punya tautan atau link tempat download nya dulu, jika belum punya silahkan daftar pada beberapa situs penyedia layanan upload file , seperti addfly, ziddu, indowebster, atau mediafire,..nah kali ini akan saya jelaskan cara upload file melalui mediafire karena menurut saya cukup mudah.

1. Buka www.mediafire.com setelah itu buat account dulu (kalau belum punya akun)
2. Setelah selesai membuat akun ,cek email agan untuk verifikasi account yang telah agan buat tadi
3. Setelah account anda terverifikasi maka agan sudah bisa mulai menguploud file yang akan agan bagikan
4. Masuk ke dalam my files ,disitu agan bisa membuat beberapa file baru pada kotak folder, jika agan menguploud beberapa file, dan ingin memisah misah kan file tersebut
5. Klik tombol upload
6. Setelah itu akan muncul pop up pada layar agan, disitu silahkan klik ditegah maka akan mengarah kepada tempat file yang akan di upload pada komputer agan
7. Setelah dapat file yang akan diupload , maka selanjutnya klik begin upload,tunggu hingga proses upload selesai
8. Setelah proses selesai agan sudah mempunyai file yang tersimpan pada account agan untuk bisa didownload orang lain
9. Untuk bisa didownload orang lain klik file yang sudah agan upload tadi disamping kanan nya ada tombol share klik disitu untuk mendapatkan link tautan file tersebut setelah itu copy link tersebut.

Nah untuk menampilkan link download tersebut didalam blog sebaiknya sediakan tempat khusus didalam blog agan agar mudah terlihat oleh setiap pengunjung cara yang paling mudah adalah sebagai berikut

1. Login kedalam blog agan
2. Klik layout , dan klik atau pilih tambah gadget (terserah agan mau taruh sebelah mana,sebaiknya taruh di sidebar sebelah kanan dari blog agan)
3. Setelah itu pilih atau klik tambahkan HTML/java script
4. Kemudian akan muncul pop up baru, disitu agan bisa memberi judul pada gadget yang akan agan tambahkan pada blog agan tersebut seperti contoh nya "free download" untuk menarik pengunjung
5. Dikolom konten berikan nama file yang akan menarik agar pengunjung blog agan tertarik ,setelah itu copy kode dibawah ini

CODE:
<a href="http://www.blogger.com/link%20sobat%20taruh%20sini" target="_blank" title="[link sobat taruh sini]"><img alt="Download" height="43" src="http://images.cooltext.com/2344908.png" width="131" /></a>


jangan lupa hapus tanda ---link sobat taruh sini--- kemudian ganti dengan link sobat yang sudah agan copy dari mediafire tadi

6. Setelah itu klik simpan dan proses selesai

Maka sekarang teman'' semua sudah bisa menampilkan link untuk bisa didownload pada blog kalian
Silahkan mencoba………… :)

Info menarik lain nya kunjungi blog aye di
http://uncuadien.blogspot.com/

Jumat, 03 Agustus 2012

mencari penghasilan tambahan lewat media internet dan Facebook

lhamdulillah ... Sekarang sambil Facebookan saya bisa dapat uang hingga ratusan ribu dengan mudah!

Halo sobat2 Semua, jika Anda berminat untuk mencari penghasilan tambahan lewat media internet dan Facebook, maka Anda sudah tepat membaca catatan sederhana ini, luangkan barang 5 menit saja ya, di jamin gak nyesel deh!! hehe..

Saya tulis catatan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan sudah saya buktikan kebenarannya, jadi jangan berpikir yang tidak- tidak ya sobat...

Pertama saya mendapat info tentang bisnis ini dari seorang teman FB yang tidak saya kenal sebelumnya. Bahkan tinggalnya pun di kota yang sangat jauh dari kota saya. Awalnya saya sempat ragu, apa bisa mendapatkan uang dari Facebook?? Kalau bisa bagaimana caranya ya..??

Setelah beberapa hari mencari info lebih lanjut tentang bisnis ini , akhirnya saya mantapkan niat untuk mencobanya, pikir saya toh modal yang saya keluarkan tidak akan membuat kantong saya jadi kering, hehe . . .

Dag dig dug, 1 hari , 2 hari , 3 hari hasilnya belum kelihatan, tapi di hari ke 7 wow luaaaar biaasa!! Modal saya kembali + saya dapat untung yang berlipat-lipat!!!

Akhirnya terjawab sudah keraguan saya! Bisnis ini benar- benar terbukti bisa menghasilkan uang lewat Facebook dengan sangat mudah!!

Sobat penasaran gimana rahasianya??

Langsung aja deh JOIN! Pertama KLIK DISINI , isi formulir pengunjung nya, klik MASUK HALAMAN UTAMA, trus klik MENU JOIN di halaman utama.

Saya tunggu kabar baik dari Sobat, sukses selalu!

BIsnis Online Potensi pendapatan 50ribu-250ribu sehari

aaf Admin, numpang berbagi info semoga bermanfaat. Rahasia menghasilkan uang berlipat-lipat lewat Facebook akhirnya terungkap! Potensi pendapatan 50ribu-250ribu sehari, cocok untuk anak SMA sampai Ibu Rumah Tangga! Info lengkapnya kunjungi :
BIsnis Online Potensi pendapatan 50ribu-250ribu sehari !!!

rahasia Mengumpulkan Kekayaan Lewat Internet
Dengan MUDAH dan CEPAT Akhirnya Ditemukan...!! Ratusan Ribu hingga JUTAAN RUPIAH tiap hari langsung masuk rekening...!!

Tanpa perlu melakukan instalasi script/software, Tanpa membuat website, Tanpa ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain, Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dari Internet!


" Sangat direkomendasikan bagi PEMULA/NEWBIE atau GAPTEK sekalipun "


Salah satu kelebihan dari KomisiVirtual.com adalah Anda tidak perlu memiliki atau membuat produk sendiri untuk menjalankan bisnis online. Karena semuanya sudah disediakan.

Manfaat Bergabung :
- Anda akan mendapat sebuah website penghasil uang atas nama Anda yang akan bekerja untuk Anda selama 24 jam non stop dalam mengalirkan uang ke rekening Anda.
- Anda akan mendapat Produk-Produk Digital Super Dahsyat beserta bonus-bonus Dahsyat lainnya yang bisa Anda DOWNLOAD di Member Area setelah keanggotaan Anda Diaktifkan.
- Gratis Update Produk Dan Bonus, Jika nantinya ada update produk dan bonus, maka Anda bisa mendapatkan updatenya secara Gratis.
- Ilmu Berpromosi. Karena Rahasia Sukses Bisnis Online adalah promosi, jadi bisnis ini memang benar- benar sangat cocok untuk latihan promosi. Anda hanya perlu mengikuti panduan/ belajar promosi, promosi dan promosi. Karena semuanya sudah disediakan oleh KomisiVirtual.com. Jika Anda tidak pintar dalam berpromosi, dapat saya pastikan, bisnis online apapun yang Anda coba akan GAGAL.

Kelebihan :
- Komisi 50.000 Akan di transfer langsung ke rekening bank Anda oleh para member yang bergabung melalui Website Anda. Komisi tergolong cukup besar, ini bagus sekali untuk menarik calon member.
- Biaya administrasi yang murah sebesar 25.000 untuk Admin. Ini menAndakan Admin tidak serakah dan berharap mendapat kepercayaan member agar bisnisnya bertahan lama.
- Garansi 100 % Uang Kembali, Jika selama 1 tahun Anda tidak bisa menghasilkan uang sama sekali dari bisnis ini.
- Menggunakan System Lock Sponsor dimana sistem ini akan MENGUNCI POSISI Calon Member dengan Sponsornya ( orang yg mereferensikan bisnis ini kepada Anda ). Sistem ini bertujuan untuk menghargai JASA para Sponsor yang telah Berusaha Giat untuk mendatangkan prospek. Dan menjamin para Sponsor agar tidak kehilangan prospek.
- Admin kooperatif dan respon cepat. Anda dapat menghubungi Admin jika Anda membutuhkan bantuan apapun/ belajar apapun.
- Langsung Bisa Dapet Duit. Ya benar, Anda dapat langsung mendapat uang direkening Anda sesaat setelah daftar bukan besok atau lusa. Karena semua sudah disiapkan dan disediakan oleh KomisiVirtual.com, maka tugas Anda menjadi sangat ringan.

Buruan JOIN KLIK DISINI !!!

Selasa, 11 Oktober 2011

Sendratari ‘Sansayan Sekeghumong’ Jawara IEFC


Sendratari Sansayan Sekeghumong yang dipersembahkan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) Lampung meraih dua kategori juara pada International Etnic Culture Festival (IECF). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 7—9 Oktober di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Dua kategori yang dimenangkan masing-masing juara pertama tari terbaik dan juara pertama kategori penata tari terbaik.
Sementara itu, perwakilan dari Jawa Tengah mendapatkan juara kedua tari terbaik dan juara kedua kategori penata tari terbaik. Sedangkan juara ketiga diraih perwakilan Sulawesi Selatan. Demikian rilis yang diterima Lampung Post, Senin (10-10).
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) se-Indonesia ini memperebutkan piala Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Sendratari Sansayan Sekeghumong menceritakan kisah cinta Kekuk Suik, Pangeran Terakhir Kerajaan Sekala Bgha Hindu, yang tak mendapat restu dari ibundanya, Ratu Sekeghumong.
Kisah Sansayan Sekeghumong sendiri adalah hasil eksplorasi yang bersumber dari salah satu bagian cerita dalam novel Perempuan Penunggang Harimau karya M. Harya Ramdhoni, diterbitkan BE Press 2011, yang mengangkat kenyataan sejarah asal muasal Lampung.
Menurut Novan Saliwa, sendratari Sansayan Sekeghumong ini didukung oleh mahasiswa dan mahasiswi Lampung di Yogyakarta: Erindiasti Wahyu, Novan Saliwa, Dina Febriani, Rheny Chanjaya, Nuraini Mustika Sari Dewi, Rizky Al Saddam Saputra, Aline D'chiyonk Shirabyoushi, Ibrahim Noeh, Indit Rahmawati, Ajeng Bistar, Hendi, dan Ari. Sementara para pemusik, antara lain Risendi Novriza, Suhendri Wijaya, Riski Febriansyah, dan Atin.

Senin, 10 Oktober 2011

"Pemujaan Terakhir di Bulan Bakha"


oleh Muhammad Harya Ramdhoni pada 26 September 2011 jam 22:15

Pemujaan Terakhir di Bulan Bakha  fragmen dari Novel "PERSAUDARAAN MAULANA" sekuel kedua Novel "PEREMPUAN PENUNGGANG HARIMAU"
Makam Ratu Sekeghumong di Perbukitan Bedudu Belappau, dua minggu setelah kejatuhan Sekala Bgha.
SINDI tak henti ciumi nisan pada kubur batu itu. Tangisnya terputus-putus hanyutkan sesiapa saja yang hadir disitu tak terkecuali suami, ayah mertua dan ketiga saudara iparnya. Isaknya terdengar tertahan. Tercekat-cekat bagai suara jabang bayi. Sesak didadanya adalah hasil persekutuan berbagai perasaan sedih, marah, dan dendam. Berbagai macam perasaan itu diaduk menjadi satu menghasilkan sebuah kepiluan nan asing. Keganjilan yang tak ia kenali lagi rupanya. Di depan kubur batu itu ia ingin berucap agar amarah, dendam dan pilu itu segera mendapat pelampiasannya masing-masing. Tetapi ia tak mampu. Dan sesungguhnya ia memang betul-betul tak sanggup bahkan untuk berkata sesayup-sayup sampai sekalipun. Kata-kata yang biasa terucap begitu saja dengan riangnya tiba-tiba lindap dari belah bibirnya yang ranum. Bahkan sepasang lesung pipinya turut bersembunyi. Seolah merasa tentram dininabobokan kedua belah pipi gembilnya nan menggemaskan. Hujan yang tiba-tiba rinai membawa satu pertanda. Sebuah isyarat dari hati perempuan belia yang remuk redam. Disebab kehilangan ibunda tercinta. Disebab tersandera pada dua perkara, bersetia pada ajaran leluhur atau menyerah takluk pada ketampanan lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Ia dengan sadar dan tanpa paksaan telah memilih yang kedua. Mengkhianati Ibunda Ratu Sekeghumong sekaligus leluhur dan wangsanya sendiri adalah pilihan pahit yang dulu sempat ia sesali. Tetapi kini sama sekali sesal itu perlahan-lahan mulai hilang. Lesap entah kemana. Ia menangis pagi ini bukan disebabkan sesal telah khianati ibu, wangsa dan leluhurnya. Tangisnya adalah pelampiasan belaka pada ketidaksanggupan menerima kenyataan bahwa ibunya harus berpulang dengan cara mengenaskan, terbunuh oleh saudara iparnya sendiri. Lebih dari itu ia sesali juga dirinya yang tak sempat melihat detik-detik kepergian Ibunda Ratu menuju baka.
Airmatanya tak henti meleleh dan sedu-sedannya makin menghebat. Maulana Belunguh sigap memeluknya dalam hangat. Sesekali tangan lelaki muda perantau Peuereulak itu mengelus-elus perut istrinya yang semakin membesar. Ia rasakan ada getaran hidup merambat pelan. Nafas terputus-putus dari janin yang menghisap saripati makanan ibunya. Ada bayi disana. Ada sesosok makhluk hidup temurun dua zuriat yang saling bermusuhan. Cucu kandung dua orang yang saling bertikai, Sekeghumong dan Maulana Penggalang Paksi.
* * * * *
SINDI telah lama mahfum ibunya akan segera berpulang ke pangkuan Ilahi. Isyarat dari Yang Maha Ghaib telah ia terima melalui mimpi berkali-kali, belasan bulan lalu sejak kisah cintanya dengan Maulana Belunguh baru diukir oleh malaikat penjaga cinta.  Mimpi pertamanya perihal kematian ibunya hadir dalam wujud yang amat mengerikan. Ibunya muncul dengan kepala nyaris putus dan leher bersimbah darah. “Anak perempuan terkutuk! Semestinya ku gugurkan engkau sejak masih berupa janin!”, suara Sekeghumong terdengar menakutkan berbaur dengan lintasan sosok sang ratu yang mengerikan.
Mimpi-mimpi serupa bergantian mengunjungi alam bawah sadarnya dan memapah dirinya menuju ketakutan tak terperi. Dari mimpi-mimpi itu tersirat betapa tak sedikitpun kerelaan menatah dalam hati ibunya. Restu dan doa memang tak pernah didapat Sindi demi menempuh bahtera perkawinannya dengan Belunguh. Restu dan doa yang tak pernah terucap disebab kebencian dan kesumat yang terlahir.
“Bukan hanya karena lelaki yang tengah kau puja menganut agama dan igama berbeda, Nak, tetapi juga karena perbedaan kasta di antara kalian yang mencolok. Kekasihmu itu tak jelas asal-usulnya. Siapa dia? Keturunan siapa ayahnya? Dari dunia antah berantahkah asal-usul mereka? Ku tak ingin darah mulia nenek moyangku dikotori segumpal nanah milik lelaki jahanam haram jadah. Nujum para puyang mengenai kedatangan mereka dan penistaan terhadap Pokok Suci Melasa Kepappang juga tak boleh dilupakan. Sayangi kehormatanmu dan harga diriku, Putri Dalomku. Ibu memohon…”
Suara menghiba Ibu Ratunya seakan kembali terdengar dibawa semilir angin perbukitan Bedudu-Belappau. Kata-kata yang terucap lirih kala dirinya masih tergolek lemah beberapa hari setelah peristiwa menggemparkan lebih dari setahun yang lalu di Lamban Dalom Bunuk Tenuagh. Saat itu Sindi berkeras dan membabi-buta hendak mencelakai diri sendiri demi menyelamatkan kekasih hatinya beserta ayah dan ketiga saudara lelaki Maulana Belunguh dari serbuan mata pedang Ibu Ratunya.
Kini bisikan separuh mengancam separuh memohon itu kembali terngiang. Mengetuk-ketuk alam bawah sadarnya. Menyerunya untuk menyesali segala kealpaannya. Namun Sindi tak hiraukan semua itu. Mata hatinya telah lama dibutakan oleh cinta pada Belunguh. Cinta itu telah pun berpinak menjadi janin yang kini tengah dikandungnya. Belum lagi betapa ajaran Jalan Yang Lurus telah menyanderanya dalam labirin tak berpintu. Dulu, ia seringkali bersesal hati karena telah khianati Ibu Ratu, Melasa Kepappang dan keagungan Wangsa Sekala Bgha. Dulu, ia merasai dirinya sebagai pendurhaka tak termaafkan. Akan tetapi itu dulu, tatkala cinta butanya terhadap Belunguh belum bersekutu dengan keimanannya pada Allah Ta’ala dan Lelaki Mulia Nan Terpuji sebagai utusan-Nya. Kini sesalnya hanyalah pada takdir Illahi yang tak memberinya kesempatan untuk sekejap saja saksikan detik-detik kepulangan Ibu Ratunya menuju baka.
* * * * *
“ALLAH saja yang berhak menempatkan Yang Mulia Pun Beliau Ratu Sekeghumong dalam tempat yang layak. Hanya kepada Yang Maha Pengampun kita pohonkan keluasan hati-Nya demi pengampunan dosa ke atas diri beliau. Bertabahlah Sindi anakku, hanya do’a tak putus yang mesti kita panjatkan kepada Allah Ta’ala semata.”
Sindi mengangguk ragu sembari terus sesenggukan mendengar perkataan ayah mertuanya. Lelaki tua nan bijaksana itu sejak semula telah mewanti-wanti kemungkinan-kemungkinan terburuk dan tak terduga berkaitan dengan perkawinannya dengan Belunguh.
“Sepanjang yang ku ketahui, inilah perkawinan termahal dalam sejarah umat manusia dimana dendam kesumat dan perbedaan keyakinan dilebur oleh sucinya perkawinan”, kesah Maulana Penggalang Paksi di hari perkawinan Sindi dengan Maulana Belunguh di lereng gunung Pesagi berbulan-bulan yang lalu.
Ucapan ayah mertuanya belasan bulan lalu itu pada akhirnya menemui bukti yang nyata di depan matanya, kini disini di atas Perbukitan Bedudu. Perkawinannya dengan Belunguh memang coba leburkan gurat dendam agar tak terwariskan kepada anak cucu. Namun perkawinan itu tetap tak juga mampu menggagalkan kematian penguasa terakhir Sekala Bgha sebagai tumbalnya.
* * * * *
SINDI terbangun kala azan subuh menyeruak udara gigil Al Liwa. Suara nyaring Maulana Belunguh suaminya terdengar lantang menantang digdaya alam raya Sekala Bgha. Seusai ziarah kubur nan mengharubiru ke makam ibunya di Perbukitan Bedudu kemarin pagi ia tak ingat apa-apa lagi. Kesedihan tak terpermanai telah meruntuhkan jiwa dan raganya. Sindi sungguh-sungguh terpukul saksikan jasad ibunya terkubur tanpa punya kesempatan lagi untuk mengugat apalagi melawan dengan garangnya. Perempuan segagah itu harus dikalahkan kesombongannya sendiri. Sempat ia rasakan tangan kekar suaminya menggendongnya ke atas kereta kuda. Setelah itu ia sama sekali terlena dalam pingsannya. Ketika ia sadar tubuhnya tengah berbaring lemah dalam salah satu tenda kulit beruang di bekas pelataran Lamban Dalom Sekala Bgha.
“Ibunda Ratu…”, ucapnya lirih memangil nama ibunya tatkala menyadari ia sedang terbaring tak jauh dari puing-puing istana kebanggaan Ratu Penunggang Harimau. Sakit hati yang dikalahkan kecintaannya kepada Belunguh tiba-tiba terbit kembali. Tetapi Sindi pun sadar bahwa ia takkan dapat berbuat apa-apa demi lampiaskan segala sakit hati itu. Tangis tersedu-sedu dan memilukan akhirnya yang terdengar dari mulutnya. Sebagai penuntas rasa kesal dan sesal dihati yang akan terus berurat-berakar melampaui keturunan ketujuh.
Diam-diam Belunguh saksikan perilaku istrinya dengan hati terenyuh. Perempuan terkasihnya itu menenggelamkan mukanya pada kedua belah tangan. Tubuh Sindi terguncang-guncang menahan sebak dan duka cita. Belunguh hampiri belahan hatinya, merangkulnya dalam kasih tulus ala suami pilihan. Tak sia-sia Sindi mempertaruhkan selembar nyawa demi mendapatkan cinta seorang Belunguh. Ia dapatkan seorang lelaki penyayang sebagai pengganti mendiang ibunya.
“Mari bersembahyang subuh, Humairaku, kekasihku berpipi gembil merona”, rayu Maulana Belunguh.
Sindi tak menjawab. Ia malah lekas jatuhkan kepalanya pada dada bidang lelaki itu. Kemudian tangis duka citanya kembali menghiba. Terdengar sesak dan cekat. Ia tumpahkan segala rasa sesal dan kesal itu. Belunguh membalas sedu sedan itu dengan membelai rambut legam perempuannya. Aroma melati bercampur harum minyak kesturi tercium perlahan.  
“Allah Maha Tahu namun Ia menunggu usaha dan doa kita kaum beriman.”
Sindi pasrah pada bujukan suaminya. Ia biarkan Belunguh menuntunnya menuju tempat bersuci tak jauh dari situ. Keduanya pun bergabung dengan Maulana Bersaudara dan ratusan prajurit Syahadat untuk memulai sembahyang subuh berjamaah.
* * * * *
“PERGI kemanakah engkau duhai sesembahan bangsa Tumi?”, tanya Sindi pada diri sendiri ketika menyadari pohon nangka bercabang dua itu tak lagi berada di tempatnya. Degup jantungnya berubah kencang tatkala menyadari bangunan kayu yang meneduhi pohon ajaib itu pun telah bertukar wujud menjadi kayu bakar tak bernilai. “Adakah sesuatu yang buruk telah menimpamu wahai pohon Melasa?”
“Demi menjamin tegaknya Al Liwa di bumi Sekala Bgha kami memutuskan menebang Melasa Kepappang. Tiada Ilahi melainkan Allah semata dan Lelaki Mulia Nan Terpuji merupakan utusan-Nya. Pembiaran terhadap pohon nangka bercabang dua itu hanya akan melahirkan kesyirikan dan pendurhakaan tak terampuni di mata Allah.”
Kata-kata yang terucap dari mulut Maulana Penggalang Paksi seusai sembahyang subuh seolah menjawab tanya Sindi. Melasa Kepappang telah dimusnahkan demi kedaulatan Tuhan baru beserta Nabi-Nya. Pohon nangka bercabang dua dianggap sebagai penghalang bagi tegaknya Ketauhidan ajaran Jalan Yang Lurus di bumi Sekala Bgha.
Putri Dalom Sekala Bgha memiliki keintiman khusus dengan dewa tertinggi sesembahan suku Tumi itu. Sepertimana Ibu Ratunya dulu seringkali dibawa serta ayahandanya Pangeran Muncak Bawok memuja Melasa Kepappang, begitupun Sindi sepeninggal Akannya Umpu Betawang kerapkali menemani ibunya menyembah sang dewa penghuni pohon nangka bercabang dua. Ia merasakan betapa pohon nangka ajaib itu memiliki jiwa yang bersemayam secara misterius. Alam bawah sadarnya berucap bahwa ruh itu mengada secara alamiah dan selalu menyapanya dari balik reranting, dahan, dan batang pohon Melasa Kepappang.
Sindi yakin hanya dirinya yang terpilih untuk mendengar suara agung nan misterius penghuni pohon nangka ajaib sesembahan bangsa Tumi itu.
“Bahkan Ibu Ratu tak diperkenankan untuk mendengar lisan-Mu, wahai Dewata”, ucap Sindi pada diri sendiri dalam keyakinan yang utuh.
Namun kini kedigdayaan pohon nangka bercabang dua telah lenyap belaka. Kekuasaan Agung yang lain telah menampakkan dirinya tanpa malu-malu di setiap jengkal Tanah Bumi Sekala Bgha. Kekuatan besar itu mengatasi segala hal yang telah bertahta sebelumnya. Menjatuhkan Perempuan Penunggang Harimau dari kursi Pepadunnya sekaligus membubarkan kuasa purba Sekala Bgha, mengusir semua dewa yang pernah menghuni bebatu dan setiap Mesigit; serta menggulingkan kedaulatan Melasa Kepappang sebagai kuasa spiritual tertinggi. Disebabkan peristiwa yang terakhir pula dada Sindi terasa berdentam-dentam.
“Ayah…”, suara Sindi terdengar tercekat.
“Gerangan apa yang membuat hatimu berduka, Anakku?”, Maulana Penggalang Paksi seolah tahu kegalauan tengah menimpa menantu perempuannya itu.
“Adakah keberadaan Melasa Kepappang merupakan dosa besar bagi kita kaum beriman? Bukankah ia hanya sebatang pohon belaka?”
“Sebatang pohon jika ia tak pernah disembah atau didewakan, akan tetapi Melasa Kepappang bukan pohon biasa”, berkata ayah para Maulana dengan nada lemah lembut, “Ia turut menentukan jatuh bangun Sekala Bgha. Ia dipuja dan disembah melebihi dewa-dewi yang pernah diagungkan anak cucu La Laula. Melasa Kepappang adalah lambang kedewaan tertinggi bangsa Tumi. Pembiaran terhadap keberadaannya adalah sama dengan membiarkan rakyat Sekala Bgha terus menerus teringat pada kemusyrikan. Semua itu akan bermuara pada penyekutuan terhadap Allah Ta’ala. Camkan itu baik-baik putri kesayanganku.”
Sindi tak tahu lagi harus membalas dengan perkataan apa hujahan tegas ayah mertuanya itu. Kepalanya menunduk. Ia sungguh tak ingin berdebat. Dan memang tak ada gunanya membela mati-matian sebatang pohon yang telah tumbang dan menjadi bangkai itu. Sementara ia rasai berpasang-pasang mata suami dan ketiga iparnya menelisik setiap bahasa tubuhnya, setiap gerak tangan hingga bibirnya. Entah curiga apa yang menatah dihati keempat lelaki muda yang amat ia hormati dan cintai. Sindi menyesal karena pertanyaannya justru telah memunculkan benih-benih ketidak percayaan terhadap dirinya. Pelan-pelan ia kuasai diri yang tengah dikecambahi kerinduan terhadap Pokok Suci Melasa Kepappang, namun semakin hendak ia pupuskan rasa rindu itu justru semakin tumpahruah perasaan itu mengkili-kili ulu hatinya….
* * * * *
            Melewati waktu Isya suara tangisan Sindi kembali terdengar dari dalam kemahnya. Tempat berteduh dari gigilnya angin dingin negeri pegunungan itu berbentuk segi empat dan terbuat dari kulit beruang. Keempat sisi kemah dihubungkan oleh bambu buntu dan diikat oleh otot kerbau hutan.
            “Tak baik menangis terus seperti itu, Humairaku sayang”, suara lembut Maulana Belunguh menelisik hingga gendang telinga sang Putri Dalom Sekala Bgha, “Kenanglah setiap pahit getir kehidupan dengan senyuman, kekasihku.”
            Belunguh biarkan perempuan terkasihnya itu tenggelam dalam pelukannya. “Tandaskan tangismu, jangan ada kesedihan tersisa. Suamimu adalah sebaik-baik tempat mencurahkan isi hatimu”, bisik lelaki muda perantau Peureulak.
Suara penuh cinta dan sayang itu malah membuat tangis Sindi semakin menghiba. Kata-kata suaminya gagal sebagai penawar bagi dukanya yang terlampau lara. Ucapan Belunguh melahirkan kesadaran nan getir bagi dirinya. Kesadaran yang serupa takdir itu sendiri.
Kini ia hanya seorang perempuan muda sebatangkara. Ayahnya telah lama tiada terbunuh oleh racun sebukau bikinan Nyekhupa, saudara iparnya sendiri. Ibu Ratunya pun mati sia-sia dalam pertempuran hidup dan mati melawan saudara iparnya yang lain, Maulana Pernong. Sementara kakak tertuanya Kekuk Suik hilang tak berbekas setelah Sekala Bgha jatuh ke tangan Tentara Syahadat. Kini tiada lagi tempatnya mencurahkan isi hati selain suami tercintanya Maulana Belunguh. Perkataan lelakinya adalah benar adanya, ia seorang yatim piatu tanpa sesiapa jua di dunia ini.
“Kepada siapa lagi sikindua mengadu dan berkasih-kasihan, kepada siapa lagi selain Abang Belunguh tempat seorang Sindi berkeluh-kesah. Sikindua tak lain seorang perempuan yatim piatu…”
Semakin terenyuh perasaan Belunguh mendapati istrinya berkata seperti itu. Memang benar adanya kini Sindi adalah tanggungjawabnya dunia dan akhirat. Kelak ia harus pertanggungjawabkan segalanya di depan Hakim  Agung Allah Subhanahuwata’ala.
“Tiada seorang pun yang berhak menyentuh dirimu, wahai kekasih. Suamimu ini adalah tameng bernyawa bagi  hidup dan matimu”, bisik penuh cinta Maulana Belunguh coba usir segala sesal dan risau yang tengah menjajah perasaan hati Putri Dalom Sindi.
Malam itu Sindi dan Belunguh tenggelam dalam cumbu rayu percintaan layaknya sepasang kekasih pilihan. Setiap puji dan bujuk rayu itu telah tepikan setiap kesedihan yang terlanjur tumpah sejak kemarin. Semua dikalahkan oleh suatu ingatan bahwa percintaan mereka yang mengharubiru itu telah menghasilkan benih suci murni yang segera terlahir beberapa bulan mendatang.
“Semoga kehadiranmu kelak dapat lunturkan dendam yang pernah singgah, Nak”, bisik Belunguh pada perut istrinya
* * * * *
            PEMUJAAN pada malam itu tak terlupakan oleh Sindi seumur hidupnya. Itulah pemujaan terakhir Melasa Kepappang bagi dirinya bersama-sama keluarga besar Lamban Dalom Sekala Bgha. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa minggu sebelum akhirnya ia nekat memutuskan sebambangan dengan Maulana Belunguh. Saat itu bulan purnama tampil dengan anggunnya. Menyinari seluruh Tanah Bumi Sekala Bgha tanpa terkecuali. Bulan yang perlihatkan dirinya sepenuh jasad mengisyaratkan misteri tersembunyi dari alam raya tak tergapai. Rembulan yang bulat nampak berwarna keperakan hingga setiap lekuk darinya begitu jelas terlihat umpama urat pipi gadis perawan yang tengah beranjak remaja. Sindi ingat betapa wajah ibunya tak putus bermuram durja selama berlangsungnya pemujaan itu. Ada kerut kekesalan tak biasa yang ia temui disana. Amarah dan sakit hati disebabkan keagungan dan kewibawaan Sekala Bgha perlahan-lahan terkikis sejak kedatangan lima lelaki durjana dari utara. Sindi ingat betul bagaimana ibunya sama sekali tak memperhatikan setiap patah kata dari rapal mantra yang diucapkan Pendita Utama Negeri Sekala Bgha, Gajah Mececak. Tangan Sekeghumong pun terlihat gemetar kala Gajah Mececak mempersilahkan dirinya memulai ritual dengan membakar kemenyan dan memercikkan air suci dari kaki gunung Pesagi. Harum dupa dan setanggi menjadi terasa hambar. Puja-puji dan ayat-ayat dewata pun tiada bermakna lagi, bagai suara ribuan lebah berdengung memekakkan telinga.
            “Itulah pemujaan terakhir bagi kami, Abang Belunguh”, berkata Sindi dengan suara separuh tak rela.
            “Aku disana saat pemujaan terakhirmu itu. Diam-diam saksikan engkau bersama Ibu Ratu dan Pun Beliau Pangeran Kekuk Suik tengah menyembah pohon celaka itu. Kau begitu cantik dalam balutan pakaian sutra cina berwarna biru. Adakah perjaka yang lebih berbahagia bila dapat tuntaskan rasa rindunya dengan mengintip diam-diam kekasihnya yang tersandera oleh cinta terlarang?”
Sindi terperanjat mendengar pengakuan suaminya. Benarkah yang didengarnya ini? Ia tak sangka Belunguh tengah berada disana hanya untuk sekedar mematuti dirinya. Melunaskan rindu dendam yang dibatasi sempadan keyakinan dan kesumat.
“Mengapa Abang senekat itu…”
“Dapatkah Adinda rasakan betapa sakitnya hati ini menahan rasa rindu tak terkira? Peristiwa pengusiran kami oleh Ibunda Ratu meninggalkan kekhawatiran terhadap engkau kekasihku. Perbuatan Adinda yang mencelakai diri sendiri demi membebaskan kami sungguh membuatku tak dapat tidur nyenyak. Akhirnya ku putuskan bersama Nyekhupa menyelinap ke Lamban Dalom Sekala Bgha. Semua itu hanya sekedar untuk memastikan dengan mata dan kepalaku sendiri bahwa Humairaku, Putri Dalom Sekala Bgha, dalam keadaan  baik-baik saja, tak berkurang sesuatu pun…”
Sindi terharu mendengar pengakuan suaminya. Betapa besar cinta dan pengorbanan Belunguh terhadapnya. “Apa yang akan terjadi bila malam itu penyusupan yang dilakukan Abang Belunguh dan Nyekhupa diketahui prajurit peronda Lamban Dalom? Ahhhh…” Sindi kibaskan pikiran tak bermuasal itu.
Ia tak ingin mengira-ngira segala hal yang tak sepatutnya terjadi. Semestinya ia syukuri kejadian buruk tak menimpa kekasih dan saudara iparnya. Semestinya ia sadari bahwa janin yang tengah tidur nyenyak di dalam perutnya adalah berkat terhindarnya suaminya dari peristiwa buruk yang mungkin menimpa.
“Bersyukurlah kepada Allah semata karena malam itu penyusupan Abang Belunguh dan Nyekhupa tak diketahui oleh tentara peronda..”
“Bersyukur pula kepada Allah sehingga tubuh kami berdua tak sempat dicincang pemanohan Ibunda Ratu..”, potong Belunguh sambil tersenyum getir.
Sindi membalas senyuman suaminya dengan tawa lirih tak kalah getir.
“Aku tahu perasaanmu terhadap lenyapnya Melasa Kepappang. Memang tak mudah mencabut begitu saja kepercayaan yang nyaris menguasai setiap tetes darah dalam tubuh kita.
Tetapi kedatangan keyakinan baru yang menempatkan Allah sebagai kuasa tunggal atas diri dan kehidupan kita semestinya dapat kita terima dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Kehadiran Allah dan Jalan Yang Lurus dalam kehidupan kita sepatutnya sanggup mengusir kepercayaan-kepercayaan lama terhadap pokok laknat itu dan berhala-berhala sejenis.”
“Bukankah engkau telah belajar menerima Allah dan Rasul-Nya sebagai kuasa tertinggi dan manusia termulia, Humairaku sayang?”
Suara Belunguh yang terdengar lembut namun tegas justru mengatupkan sama sekali bibir mungil Putri Dalom Sekala Bgha.
“Aku tak memaksamu melupakan begitu saja kenangan manis bersama Melasa Kepappang. Mungkin terlalu banyak kenangan indah yang tercipta antara kalian seisi Lamban Dalom Sekala Bgha dengan pokok keramat itu. Tapi ku mohon Humairaku sayang, jangan engkau campur adukkan setiap ajaran lama yang mengandung kesesatan dengan kalam Ilahi yang berpijak pada ajaran Jalan Yang Lurus…”
“Sekalipun hanya untuk mengenang, Abang Belunguh kahut?”, Sindi menyela.
“Kenanglah bila itu mampu membuatmu bahagia dan tersenyum cerah, kekasihku. Tetapi dengarlah ucapan suamimu ini…”, Belunguh kemudian meraih kedua tangan Sindi dalam genggamannya, “Janganlah sekali-kali kita sebagai manusia beriman menduakan Allah dengan tuhan-tuhan lain yang tak jelas asal-usulnya. Allah Maha Besar, hanya Ia yang patut disembah. Tiada sekutu bagi-Nya.
Dan pahamilah betapa Allah itu pencemburu, wahai perempuanku terkasih. Allah tak ingin kesetiaan kita kepada-Nya terbagi. Bukankah engkau juga menolak bila aku jatuh hati pada perawan jelita suku Tumi yang lain?”
Seloroh Belunguh membuat pipi gembil Sindi merona merah. “Akan ku sobek-sobek dada Abang Belunguh dengan pemanohan Ibunda Ratu bila berani berlaku seperti itu.” Suara manja Putri Dalom Sekala disusul cubitan demi cubitan ke dada dan pipi suaminya itu. Belunguh tak menghindar. Ia hanya tergelak senang meladeni kemanjaan istrinya.
Namun diam-diam dari lubuk hatinya yang paling dalam kerinduan Sindi terhadap Melasa Kepappang masih berdentam-dentam menuntut penyalur. Kelak, walau telah menjadi pendamping setia Belunguh seringkali ia kenang masa-masa itu tatkala suara gaib penghuni Melasa Kepappang menyapa dengan keramahan tak terpermanai. Mengunjungi sang Putri Dalom dari balik tirai alam bawah sadarnya. Suara agung itu begitu ia kagumi dan sayangi, sebab hanya Sindi seorang yang diperkenankan mendengar wahyu dan titah-Nya. Diam-diam suara yang terngiang-ngiang begitu jelasnya itu pernah menantang keyakinan barunya terhadap Allah Yang Tunggal. Suara dari kuasa purba yang terakhir kali di dengarnya di bulan bakha belasan purnama yang lalu.*****

NOVEL " Perempuan Penunggang Harimau" di GRAMEDIA JOGJA